Warga Serbu Kantor Desa Gondangsari untuk Mendapatkan Vaksin Booster Hingga Mengabaikan Jaga Jarak
Warga Serbu Kantor Desa Gondangsari
untuk Mendapatkan Vaksin Booster Hingga Mengabaikan Jaga Jarak
21 April 2022
Penyuntik
vaksinasi Dosis 3 (Booster Pfizer) secara gratis kepada masyarakat merupakan salah satu program
pemerintah dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Tim Vaksinator
Puskesmas Kecamatan Juwiring.
Kurangnya penerapan protokol kesehatan terjadi saat
kegiatan vaksinasi dosis 3 (Booster Pfizer) di kantor desa Gondangsari, Juwiring,
Klaten, Kamis, (21/4/2022) pagi.
Kurangnya penerapan protokol kesehatan pada jaga jarak saat
pengambilan formulir dari petugas keamanan vaksinasi kepada warga yang
mengantri. Disaat mulainya vaksinasi tersebut yang biasanya terdapat tenda dan
tempat duduk untuk menunggu giliran vaksin, namun disaat itu tidak disediakan. Alhasil
para warga peserta vaksinasi harus menunggu diluar pagar tanpa menerapkan jaga
jarak antar peserta vaksinasi lain.
Terlebih banyak warga yang sudah menunggu sejak pagi untuk
mendapatkan formulir vaksin dan takut kehabisan formulir vaksinasi yang
terbatas.
Kericuhan juga didasari karena petugas yang kurang
persiapan tempat mengingat banyaknya warga yang antusias untuk mendapatkan
vaksin dan sedang menjalankan ibadah puasa. Kurangnya koordinasi antar petugas
yang belum bisa mendahulukan peserta vaksinasi yang sudah lansia dan yang
sedang membawa balita, terjadilah saling mendesak antar warga agar segera
mendapat vaksin.
Kelurahan Gondangsari mendapat jatah
vaksin dosis
3 (Booster Pfizer) sebanyak 400 kuota dibagi
setiap Rt mendapat undangan untuk warganya agar didaftar oleh ketua Rt
masing-masing.
Haryono, peserta vaksin mengaku terpaksa bersdesak-desakan
masuk ke dalam kantor desa tempat vaksinasi karena cuaca yang panas dan sedang
menjalankan puasa. “Warga mendesak petugas agar menertibkan para warga dan
membuka pintu gerbang agar warga mendapat tempat yang teduh untuk menunggu
giliran karena kepanasan dan tidak sabar sudah menunggu berjam-jam. Tetapi saat
ingin masuk dihalangi oleh petugas,” tutunya, Selasa (21/4/2022).
Disaat warga menunggu
di luar gerbang, selain berdesa-desakan, warga juga berteriak-teriak agar
dibukakan pintu gerbang.
“walah pak
mbok dibuka pintu ne kulo mpun sepuh” (“ya ampun pak cepat
dibuka pintunya saya sudah tua”)
“putrane
kulo kepanasen niki pak rewel terus” (“anak saya kepanasan
ini pak rewel terus”)
“pak kulo
nembe siam niki, selak semaput kepanasen” (“pak saya
sedang puasa ini, keburu pingsan karena kepanasan”) tutur beberapa warga lain.
Sementara itu petugas
keamanan dari Polsek Juwiring Bripka
Harjanto mengatakan, “Kondisi
tersebut dikarenakan antusias warga yang tinggi untuk mengikuti vaksinasi di Kantor
Desa Gondangsari ini”.
Babinsa kelurahan
Gondangsari Serka Tugimin menjelaskan, “Mengapa warga sampai berdesak-desakan
hingga mengabaikan protokol kesehatan terlebih pada menjaga jarak antar peserta
vaksinasi terjadi karena imbas warga yang datang ke Kantor Desa Gondangsari tidak
mendapatkan formulir karena banyaknya jumlah peserta vaksinasi”.
Setelah melihat situasi
diluar gerbang yang sudah tidak kondusif dan menutup sebagian jalan
utama, akhirnya petugas yang berjaga membuka gerbang masuk. Warga yang sudah
berjam-jam kepanasan menunggu diluar pun akhirnya masuk dan menunggu giliran
vaksin dengan tertib di dalam Kantor Kepala
Desa Gondangsari.
Perwakilan
anggota PKK (Pembinaan
Kesejahteraan Keluarga) Desa Gondangsari Ibu Warsiyem
mengatakan “setelah warga ditertibkan dan telah mengisi formulir, alhamdulillah
vaksinasi berjalan dengan lancar setelah peserta vaksinasi ditertibkan”.

Comments
Post a Comment